From: nicohar@hotmail.com
Subject: [ceritaseru] DIKERJAIN MBAK AMBAR 3
Date: Fri, 28 Apr 2011 03:48:17 -0700
Subject: [ceritaseru] DIKERJAIN MBAK AMBAR 3
Date: Fri, 28 Apr 2011 03:48:17 -0700
From: nicohar@hotmail.com
Sekitar satu jam aku tertidur, ketika terbangun aku merasakan suatu perasaan yang
Wah..., pokoknya lain dari biasanya. Aku melihat Mbak Ambar sedang mencetak dengan
printernya, nampaknya perkerjaannya sudah hampir selesai.
Setelah pekerjaan Mbak Ambar selesai, dan mematikan komputernya, ia menghampiriku.
"Co... badan Mbak Ambar pegel nih, pijitin dong... mau khan ?", pintanya. "Iya Mbak."
jawabku.
Mbak Ambar langsung terlungkup di sofa panjang, setelah aku bangun. Sejenak aku
bingung, hendak bagaimana. Memang sering sih aku membayangkan menyentuh Mbak Ambar,
tapi setelah dikasih kesempatan ini aku malah bingung. "Ayo.., kok malah bengong
sih.", seru Mbak Ambar. "I..iya Mbak...". Masih agak ragu, namun karena peristiwa
pertama tadi aku jadi agak berani. Kuusap pelan-pelan pundak Mbak Ambar, lalu perlahan
kupijit-pijit, lalu turun pelan-pelan ke punggungnya. Ketika hampir mencapai ke dua
buah pantatnya yang montok itu, aku agak ragu. "Ayo Co, jangan ragu-ragu.." serunya
yang seakan tahu akan keraguanku.
Dengan agak berdebar kutempelkan kedua telapak tanganku ke buah pantatnya yang padat
berisi itu. Wah, sungguh empuk, namun padat rasanya, lalu kuremas-remas perlahan, "
Hmmm..... pintar kamu Nico...." kata Mbak Ambar sambil merasakan nikmat.
Setelah agak lama bermain di pantat Mbak Ambar, tanganku kembali merayap menyelusuri
paha bagian belakang dan betisnya. Wah... betis indah Mbak Ambar yang biasanya hanya
bisa kulihat dan kubayangkan saja, sekarang kuusap-usap dan kuremas-remas dengan
lembut, sungguh halus sekali rasanya, mulus dan lembut....
Kemudian Mbak Ambar bangun dari terlungkupnya, dan kini duduk bersandar di sofa.
"Nico, lepas sepatu Mbak !" perintahnya. Akupun melakukan perintahnya, melepas
sepatunya dengan hati-hati. Setelah dilepas ternyata sampai ke ujung kakinyapun sangat
halus dan mulus. "Nico, sekarang kamu jilat kaki Mbak !" kali ini tanpa ragu lagi aku
ikuti perintahnya. Aku jilat telapak kaki Mbak Ambar yang mulus, lalu kujilatin pula
tumitnya yang berwarna merah jambu itu. "Ehmmmm.... kamu nakal Co....", Mbak Ambar
kegelian. "Terus naik ke atas yah, jangan berhenti !" pintanya lirih. Dari telapak
kaki dan tumitnya, jilatanku naik ke atas. Kujilati betis mulus dan indah Mbak Ambar,
benar-benar lembut sekali terasa di lidahku.
Jilatanku terus naik ke atas, kusingkapkan setengah rok spannya ke atas, lalu kujilati
paha Mbak Ambar, membuatnya terus menerus merintih kegelian. "Nico, tolong bukain
celana dalam Mbak yah...", lalu Mbak Ambar menyingkapkan seluruh roknya ke atas,
sehingga celana dalamnya yang putih nampak jelas di depanku. Aha...!, ternyata di
bagian tengah celana dalamnya telah basah, rupanya Mbak Ambar sudah sangat
terangsang. Tanpa membuka roknya yang disingkapkan ke atas, dengan hati-hati
kuturunkan dan kulepaskan celana dalam Mbak Ambar. Wah... luar biasa... baru kali ini
aku menyaksikan yang secara nyata memek seorang wanita. Memek Mbak Ambar sangat indah,
bulu-bulunya sangat lebat, bentuk bukit memeknya cembung, di tengahnya terdapat garis
bibir memek yang berwarna kemeraha-merahan, sangat merangsang birahi, apalagi di
pinggirannya telah nampak basah oleh cairan birahinya.
"Ayo Co, jilatin dong, tunggu apa lagi." serunya. Kali ini aku agak ragu lagi. Namun
karena aku pernah di film blue, tampaknya kok enak sekali rasa memek itu, aku jadi
penasaran. Aku dekati memek Mbak Ambar, ada sedikit bau harum birahinya, mula-mula
dengan perlahan aku mulai menjilati pinggiran memeknya.
"Sshhh... aaahhh.... ssshhhh.... aahhh....", Mbak Ambar mendesis-desis geli dan
nikmat. Entah pemandangan apa ini, masih mengenakan pakaian kerjanya dengan lengkap
kecuali celana dalam, Mbak Ambar duduk selonjoran di sofa, sementara aku menjilati
sesuatu di balik rok spannya.
Aku terus menjilati pinggiran memek Mbak Ambar yang telah basah itu, rasanya
asin-asin... Setelah pinggiran memeknya, aku mulai ingin menjilat tengahnya, kulihat
di bibir memek Mbak Ambar yang masih rapat itu terdapat cairan basah, lalu aku jilat
bagian tengah yang memanjang di memeknya "Ssssssstthhhhh....." Mbak Ambar mendesis
panjang. Lalu kujilati bagian dalam memeknya, kukorek dengan lidah seluruh dinding
bagian dalam memeknya untuk mendapatkan cairan memeknya, sehingga membuatnya
menggelinjang-gelinjang, "Nico... aaaaahhh..... aaaahhh....."Mbak Ambar terus
mengerang-ngerang.
Lalu aku ingat akan clitnya. Untung di film sudah diajarin dimana mencarinya. Dengan
jariku aku renggangkan kedua bibir memek Mbak Ambar, lalu sedikit diangkat ke atas,
maka tampaklah ujung clitnya yang mungil yang berwarna pink. Lalu dengan sekali
jilatan panjang, aku jilat clit itu, "Aaaaaaaaaauuhhhhhh.........." Mbak Ambar
langsung menjerit, ia tersentak kaget. " Nico.. dari mana kamu tau.. hmmmmm..?",
tanyanya gemas. "Dari film Mbak", sahutku. "...Dasar...", Mbak Ambar mencubit
tanganku. Kelemahan Mbak Ambar ini tidak kusia-siakan, lalu aku langsung menjilati
clitnya, kugosok-gosok dengan lidahku, membuatnya semakin gila, menjerit-jerit dan
menggelinjang-gelinjang,"Aaaaaahhh.... aaaaaaaahhh..... aaaaaaarghhhhh.....
ehmmmmmmmm......." , terus saja kujilati.
Lalu kusedot clit Mbak Ambar dengan satu sedotan panjang, tiba-tiba Mbak Ambar
langsung menjerit keras, "Aaaaaaaaaakkkhhhhhhh........", badannya mengejang, bergetar,
kedua pahanya dirapatkannya ke kepalaku, dan tangannya meremas sofa itu dengan
kuatnya, Mbak Ambar sedang merasakan puncak kenikmatan orgasme yang luar biasa, lendir
hangat orgasmenya keluar dari dalam memeknya, yang langsung aku sedot langsung ke
memeknya, membuat erangannya semakin panjang, "Aaaaaaakhhhhh.......
Nicoooo..... eemmmhhh.... eeemmmhhhhhhh...........", dan akhirnya Mbak Ambar
tergeletak lemas .....
Setelah terbaring lemas di sofa beberapa saat, Mbak Ambar kembali bangkit, lalu
menarikku ke sofa, dan menciumku, melumat bibirku, lalu lidahnya didesakannya masuk ke
mulutku. Aku yang belum berpengalaman menerima saja. Lidah Mbak Ambar bermain di dalam
mulutku, mengait-ngait lidahku, Wah... rasanya... geli, nikmat, dan basah...
Kemudian Mbak Ambar melepaskan lumatannya, lalu melepaskan kaosku, sehingga kini aku
telanjang bulat. Kemudian Mbak Ambar mendorong badanku agar aku terlentang di sofa. Ia
menatap penisku yang sudah mulai bangun kembali, digenggamnya batang penisku, yang
langsung saja membuatnya makin mengeras, lalu di kocok-kocoknya. Mulanya perlahan,
lama-kelaman makin cepat, Wah.... rasanya benar-benar aduhai... Lalu Mbak Ambar
melumat batang dan kepala penisku, Waaaah..... rasanya semakin luar biasa.....
Namun rupanya Mbak Ambar menginginkan lebih dari yang tadi. Ia melepaskan lumatannya
di penisku, lalu Mbak Ambar mulai melepaskan pakaian kerjanya. Aku bangkit dan
terduduk di sofa. Melihat pemandangan itu, aku jadi deg-degan, namun kali ini sedikit
bercampur nafsu. Dan akhirnya Mbak Ambar membuka seluruh pakaiannya, termasuk BH dan
celana dalamnya, sehingga ia kini benar-benar telanjang bulat. Wah..... luar biasa
indahnya tubuh Mbak Ambar yang kuning langsat, sangat mulus dan seksi. Aku yang baru
pertama kali melihat hal seperti ini, walau deg-degan, namun sekarang aku benar-benar
terangsang. "Gimana Co, kamu sukakan... pasti kamu belum pernah melihat wanita
telanjang, iya kan...?", tanyanya sambil menggodaku. Aku hanya tersipu sambil
menganggukan kepala, Mbak Ambar tertawa cekikian...
Lalu Mbak Ambar meraih tanganku, dan diletakan di atas buah dadanya, Wuih..... walau
aku deg-degan, tapi rasanya sangat lembut sekali.... "Nah Co, coba kamu remas-remas
yach...", katanya. Tanpa disuruh dua kali aku langsung meremasnya dengan perlahan.
"Hmmmmmm.......", Mbak Ambar mendesah. Aku terus meremas-remas dengan nikmat,
"...Hmmmm.... stthhh..... aaahhhhh.....", Mbak Ambar terus mendesah.
Namun rupanya, tegangan birahi Mbak Ambar sudah sangat tinggi. Tiba-tiba aku langsung
diterjangnya, dipeluk, serta dilumatnya bibirku, dengan penuh nafsu. Benar-benar baru
kurasakan yang namanya cumbuan dan pelukan wanita, apalagi kita sama-sama dalam
keadaan telanjang bulat, jantung ini berdetak kencang.
Tangan Ambar merayap mencari penisku, setelah dapat, lalu digenggamnya batang penisku.
Lalu sambil mendudukiku, Mbak Ambar mengarahkan ujung kepala penisku ke memeknya. Aku
yang melihat hal itu, jadi bingung sendiri, mau nyoba sih, tapi nggak berani, "Mbak,
Nico mau diapain, ja..jangan sampai begitu Mbak... Nico.... belum pernah...", kataku
terbata-bata.
"Nah... kalau begitu, sekarang Mbak ajarin...", kata Mbak Ambar sambil tersenyum
menggodaku. Sambil berkata demikian, Mbak Ambar langsung menekan memeknya ke kepala
penisku, "Enggghhhhh...........", aku mengerang merasakan seretnya penisku masuk ke
memek Mbak Ambar. "Sttthhh...", Mbak Ambar pun rupanya merasakan seretnya gesekan
penisku dengan memeknya. Walaupun telah basah oleh lendir memeknya, namun memek Mbak
Ambar memang masih sempit, jadi cuma sepertiga batang penisku yang baru berhasil
masuk. Namun Mbak Ambar terus memaksakan batang penisku masuk, sampai aku sendiri
takut kalau batang penisku lecet. "Stthhhh..... aaaaaahhh....", akhirnya seluruh
batang penisku masuk ke dalam memek Mbak Ambar. Sungguh luar biasa, nikmat sekali
rasanya batang penisku di dalam memek Mbak Ambar, hangat, lembab, basah, dan serasa
dihisap masuk ke dalam lubang sempit yang berulir.
Kemudian Mbak Ambar mulai menaik-nurunkan pinggulnya, Mbak Ambar mengocok penisku di
dalam memeknya. "..Aaaaahhhh.... aaaaaahhh...", aku benar-benar merasakan nikmatnya
yang pertama kali.
Mbak Ambar pun tak kalah menjerit-jeritnya, "Sstthhh.... Aaaaaahhh.... Nicoo....
aaaaaaahhh.....". Mbak Ambar tampaknya seperti sudah lupa daratan, menggoyangkan
pinggulnya kesana-kemari, maju-mundur, kiri-kanan, meliuk-liukan pinggulnya, sambil
mengerang-ngerang dan menjerit-jerit. Sampai setelah sekitar
sepuluh menit, tiba-tiba Mbak Ambar menjerit kencang, badannya mengejang, ditekannya
memeknya ke penisku kuat-kuat, sambil mencengkram erat ke sofa.
"Nicoooooo............. Aaaaaaaaaaakkkhhhhhh...........".
Aku merasakan memek Mbak Ambar dengan sangat kuat menjepit dan mengempot penisku,
rasanya memang sangat luar biasa nikmat, dari dalam memeknnya kurasakan keluar banyak
sekali cairan. Karena
merasakan jepitan dan empotan yang sangat dahsyat, tiba-tiba aku merasakan kembali
sesuatu yang sangat tak tertahankan, dan akhirnya. "Mbaaaaaaaaakkkk...........
Aaaaaaaakhhhhh...........", aku menjerit dengan kerasnya, merasakan nikmatnya rasa
yang luar biasa, yang tidak bisa kulukiskan, air maniku muncrat dengan
derasnya di dalam memek Mbak Ambar, banyak sekali.
Mbak Ambar tersenyum nakal kepadaku, lalu memelukku, aku merasa sangat lemas..... Dan
akhirnya kami berdua tertidur sambil berpelukan telanjang di sofa itu........
Ketika aku bangun, Mbak Ambar tersenyum kepadaku, "Nico..., tenyata kamu hebat,
lho...., Mbak nggak nyangka...". Aku hanya tersipu saja. "Lain kali kamu mau kan,
Mbak ajarin lagi ...?". "...Iya Mbak...", jawabku sambil menggangguk, Yaah... tentu
saja aku mau setelah merasakan nikmatnya bermain sex dengan Mbak Ambar.
Waktu rupanya sudah menunjukan pukul 3 sore, rupanya kami tertidur cukup lama, untung
tidak ada yang datang mengganggu. Sejak saat itu, setiap ada kesempatan, kami selalu
melakukan hubungan seks. Bahkan pernah dengan alasan mengajakku jalan-jalan, Mbak
Ambar pernah mengajakku ke apartement milik temannya yang sedang kosong, dan kami pun
melalukannya lagi, pokoknya luar biasa deh.... Hal-hal seperti itu terus kami lakukan
sampai Mbak Ambar akhirnya menikah, dan pindah ke kota asalnya Bandung...
Begitulah kisah pengalaman seks-ku yang pertama kali dahulu, yang tak dapat
kulupakan.........
Oh ya, khusus untuk cewek-cewek, segala status, segala usia, yang ingin kenalan, atau
berbagi cerita, atau pengalaman, langsung aja kontak atau kirim ke e-mailku :
nicohar@hotmail.com






Tidak ada komentar:
Posting Komentar